Totok Aura Bukan Totok Wajah

Ibu Dian

Sejak dipeloporinya Totok Aura 12 tahun silam oleh Dian Kenanga Totok Aura, Therapy ini kian digemari oleh banyak kalangan pemerhati kesehatan dan kecantikan. Karena faktanya setelah mencoba, berbagai manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh penerima Therapy.
Fenomena tersebut ditangkap oleh berbagai pelaku usaha jasa kecantikan sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga berbondong-bondong tanpa memahami dan menerapkan konsepnya, mereka kemudian melabelkan jasa Totok Wajah atau Pijat Wajah – yang memang telah mereka miliki – sebagai Totok Aura. Nah, untuk memahami hal tersebut inilah sekelumit mengenai Totok Aura yang di pelopori oleh Dian Kenanga Totok Aura.
Simplenya therapy Totok Aura dapat di-definisikan sebagai sebuah therapy yang memadukan dua jenis therapy, yakni therapy Totok / Acupressure (Pijat dan Tekan pada Accupoint) dengan therapy Bio Energi Prana (Tenaga Dalam / Hawa Murni yang dilatih intensive hingga di level Pengobatan), ujar pemilik usaha sekaligus praktisi dan pelopor: Salma Dian Priharjati, kelahiran 11 mei 1971

Ucapnya, aplikasi tersebut tidaklah sesederhana definisinya, karena setiap therapist harus dilatih secara khusus dan intensif dengan “Pakem Khusus”. Bagaimana mengeksplorasi HAWA MURNI nya hingga taraf pengobatan, untuk kemudian
dikolaborasikan dengan teknik TOTOK (PIJAT dan TEKAN) yang menelusuri ribuan titik akupuntur (Accupoint), di sekujur tubuh dan wajah.
Uniknya berkat penggunaan HAWA MURNI/TENAGA PRANA dalam setiap gerakan Pijat dan Tekan (Totok), seringkali Pakem Gerakan yang telah dihafal therapist mengalami pengkayaan gerakan dengan sendirinya. Dengan kata lain, setiap gerakan yang dilakukan therapist cenderung akan mengarah pada wilayah simpul syaraf yang bermasalah, dimana hal tersebut biasanya direpresentasikan dengan getaran yang berbeda.

Ringkasnya, organ penting dalam tubuh yang menjalankan sistem tubuh dan mengalami gangguan dalam kerja sistemik, akan terwakili dengan isyarat khusus pada titik syaraf yang mewakilinya, hal inilah yang teridentifikasi dengan penggunaan Hawa Murni/Tenaga Prana tadi. Berbeda dengan Totok Wajah, penggunaan tenaga fisik sangat dominan, sehingga
faktor besar kecilnya tenaga therapist sangat menentukan manfaat dalam menghadirkan fase relaksasi. Lebih dari itu, kemungkinan kurang tepatnya dalam melakukan tekanan pada accupoint agak lebih besar, mengingat tekstur tubuh
manusia masing-masing berbeda.

Meski secara prinsip perbedaan antara Totok Aura dan Totok Wajah, hanya terletak pada penggunaan Bio-energi Prana (Hawa Murni), namun dari sisi daya jelajah stimulasi pada simpul syaraf, penggunaan Bio-energi Prana jauh lebih kedalam, sehingga kemampuan membenahi keselarasan sistem tubuh dapat lebih mudah dicapai.
Dengan kata lain, manfaat dari Totok Aura dipastikan langsung dapat diraih pada saat pertama kali therapy ini dilakukan.
Totok Aura ini sendiri dibagi dalam beberapa kategori, yakni Totok Aura Wajah dengan durasi waktu 45 menit, Totok Aura Tubuh (termasuk vitalitas/organ intim) 75 menit, Totok Aura Getar Syaraf 75 menit dan Totok Aura Payudara 30 menit, yang seluruhnya memberi manfaat yang sama, yakni Menyehatkan Energi (AURA) melalui teknik stimulasi Simpul Syaraf dengan tujuan mengembalikan Sinergisitas kerja sistem tubuh seseorang.

Tersimpan di News