Sinergi Bisnis Terapi Totok Aura

 

Dian, pakar totok aura, bersama sang suami  yang mendukung pengelolaan usahanya, memperkenalkan teknik terapi yang mampu membangkitkan energi positif dalam tubuh seseorang sehingga kembali sehat sekaligus cantik.

 

Totok Aura yang ditawarkan di rumah perawatan khusus wajah dan tubuh Dian Kenanga tidak ada hubungan nya dengan sesuatu yang berbau mistik, klenik atau susuk, apalagi dibumbui dengan jampi-jampi. Disini Dian memberikan layanan terapi yang menggabungkan totok atau acupressure (memijat dan menekan) dengan terapi yang menggunakan media bio-energi/prana atau yang biasa disebut tenaga dalam. Energi itu yang dialirkan melalui teknik penekanan jari pada 14 titik ameridian oleh terapis yang telah dilatih secara khusus dan intensif di lembaga seni pernapasan, Mahatma. Pengaplikasian 14 titik meridian ini tidak menggunakan tenaga fisik sehingga tidak saja mampu menstimulasi simpul saraf tapi juga mampu mengobati berbagai penyakit.
Berbekal ilmu totok dan akupunktur yang dipelajari secara tekun dari pakar serta kemampuannya mengolah bio-energi prana yang dilatihnya sejak muda dari berbagai lembaga seni pernapasan, Salma Dian Priharjati mulai merangkai pakem-pakem gagasannya, dan mengolaborasikan teknik totok dengan bio-energi prana.
Memulai usaha pada Juli 2004, Dian awalnya menyewa dua kamar kos di kawasan Ampera, Jakarta Selatan. Ia memulai bisnis totok aura hanya dengan dua bed dan dibantu oleh dua asisten. Seiring waktu, perkembangan bisnis Dian terus mengalami peningkatan. Dian mulai menambahkan layanan maupun membuka gerai baru. Saat ini ia tengah disibukkan oleh persiapan pembukaan gerainya yang keempat di kawasan Bintaro. “Kami juga menyediakan paket perawatan pre-wedding dan kebanyakan artis-artis yang akan menikah belakangan ini melakukan terapi totok di tempat kami,” jelas Aria Abiasa, spoke person Dian Kenanga yang tak lain adalah suami Dian.
Sebelum sukses mengembangkan Dian Kenanga, Dian sebelumnya bekerja di usaha jasa kecantikan yang menyediakan layanan totok wajah. Dikisahkan Aria, pada tahun 2000, istrinya mencoba melontarkan ide agar seluruh karyawan belajar dan berlatih pernapasan. Sayang, gagasan itu tidak mendapat dukungan dari pihak manajemen tempat kerja pertama Dian, karena yang boleh mempelajari teknik pernapasan tersebut hanyalah anggota keluarga. Mendapat penolakan membuat Dian nekat untuk lebih memperdalam ilmunya dengan mengambil kursus akupunktur pada seorang pakar lulusan kedokteran Universitas Indonesia.

Ketekunan dan kerja kerasnya berbuah manis. Dian yang berhasil menguasai teknik totok aura, mulai mengembangkan usaha sendiri dan membuka brand Dian Kenanga . Berbagai fasilitas ditawarkannya kepada para klien, seperti totok aura tubuh termasuk vitalitas dan organ intim. Layanan ini mampu memperlancar sistem peredaran darah ke seluruh tubuh, membantu memperlancar sistem metabolisme dalam tubuh, memberikan relaksasi pada otot-otot tubuh akibat ketegangan, stres dan kelelahan. Di samping itu, terapi ini juga mampu mengurangi dan mengobati berbagai keluhan penyakit, melangsingkan, menggemukkan, meringankan penyakit susah tidur (insomnia), melancarkan periode menstruasi dan mengatasi keluhannya, mengencangkan tubuh, otot organ intim (wanita) dan vitalitas (pria), mengurangi dan mengobati keputihan, hingga penyehatan aura/energi.

 

Mengangkat energi positif jadi dominan

Sejak lahir manusia memiliki aura, yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yang berarti energi riang gembira atau dalam terjemahan bebasnya disebut energi dinamis. Energi elektromagnetik ini terdapat di sekujur tubuh, bukan hanya di wajah.
Energi itulah yang kemudian mempresentasikan diri seseorang. Aura memang tidak dapat dilihat, namun bisa dirasak. Aura selalu sejalan dengan kondisi batin (spiritual), fisik maupun psikis (emosional) seseorang. Ketiga unsur ini sangat memengaruhi kemunculan aura/energi seseorang. Menurut Dian, aura seseorang bisa digali lewat metode totok aura, atau bisa disehatkan auranya.
Manfaat totok aura bisa menjadi terapi penyehatan energi, mencoba mengangkat energi positif yang ada pada seseorang agar lebih dominan. Lalu bagaimana mengetahui apakah aura seseorang itu sehat atau tidak? Aria Abiasa menjelaskan, aura akan jelas terlihat dari kondisi seseorang. “Untuk melihat aura seseorang, kita tidak perlu menjadi dukun karena dengan sendirinya akan terefleksi. Misalnya, orang yang tidurnya kurang otomatis denyut jantung dan otaknya pun tidak ideal, sirkulasi darah juga tidak lancar,” ujarnya.
Memang ada efek domino yang ditimbulkan. Orang tersebut, misalnya, menjadi tidak nyaman membawa tubuhnya sehingga bisa ditebak bahwa dia dalam kondisi yang tidak fit. Pada dasarnya, lanjut Aria, kondisi batin seseorang berbanding lurus dengan auranya, seperti yang bisa dilihat dari para kyai di pesantren. Jika mereka terlihat tenang memancarkan aura, itu karena dimensi batinnya terisi secara spiritual sehingga mampu memancar keluar.

Secara fisik, lanjut Aria, peran dari terapi ini adalah mencoba mengembalikan kerja sistem tubuh melalui setiap tekanan dan pijatan yang dilakukan pada simpul-simpul saraf yang berada pada 14 titik meridian. Simpul-simpul saraf ini memiliki koneksitas langsung dengan organ utama seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan lain-lain yang menjalankan sistem tubuh. Melalui terapi totok aura ini, kemudian dikembalikan lagi keselarasannya sehingga menjadi normal lagi. “Kenapa tearapi ini begitu efektif? Karena teknik totok ini menimbulkan faktor relaksasi. Faktor inilah yang akan mempercepat kerja kembalinya sistem tubuh menjadi normal lagi dan iramanya menjadi ideal lagi untuk tubuh,” ucap ayah empat anak ini.
Psikis juga mempengaruhi aura seseorang. Ketegangan-ketegangan yang muncul akibat tekanan psikis yang terjadi dalam kehidupan seperti masalah rumah tangga, kemacetan, persiapan pernikahan, mampu menegangkan sistem saraf. Dampaknya serabut saraf yang berada di belakang, tidak mampu memproduksi anti-bodi sehingga jadi menjadi susah tidur, mudah capai, susah berkonsentrasi, mudah marah, moody, dan sebagainya. Tekanan psikis ini mempengaruhi aura sehingga yang muncul dominan adalah aura negatif. “Yang kami lakukan adalah mengurai semua ketegangan ini dengan cara ditarik dan diurai sehingga orang  menjadi sehat, segar, kemudian sistem tubuh menjadi ideal lagi untuk tubuh,” terang Aria.

Dengan sistem tubuh kembali bekerja dengan baik, lanjut Aria,  maka akan mampu memproduksi sel-sel baru, membuang sel-sel mati, membunuh sel-sel liar yang menjadi cikal bakal kanker dan tumor, menciptakan virus anti-bodi yang berkualitas. Jika ingin mengonsumsi suplemen, alangkah baiknya jika diawali dengan terapi ini sehingga asupannya akan lebih maksimal karena sistem tubuh sudah berjalan dengan baik. “Terapi totok ini membenahi tiga alat utama yakni alat nalar, alat cerna dan alat gerak, dan ini diperlukan oleh seseorang yang akan menjalani premarital,” kata Aria menambahkan.

Idealnya terapi totok aura ini dilakukan 12 kali dengan jarak seminggu sekali. Tapi jika Anda tidak punya banyak waktu, Aria menyarankan dilakukan sebulan sekali. Menurut Aira, bisnis terapi kesehatan seperti yang dikembangkannya bersama sang istri mulai tumbuh subur di awal tahun 2000. Di era tersebut, mulai banyak orang yang menginginkan pola hidup sehat. Masyarakat mulai menyadari bahwa terapi kesehatan adalah tuntutan hidup, dan bukan lagi sekadar kebutuhan hidup,” ujar pemilik Dian Kenanga ini.

Anda penasaran ingin tahu harga layanan Dian Kenanga? Terapi selama 75 menit dipatok Rp. 185 ribu, layanan totok aura payudara selama 30 menit Rp. 100 ribu dan totok aura getar syaraf selama 75 menit dikenai tarif Rp. 160 ribu. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 20.00, Anda bisa mengunjungi salah satu gerai terapi Dian Kenanga di Jalan Raya Pejaten Barat No. 38 (Rumah Bata Merah) Kemang, Jakarta Selatan.

 

(sumber: Majalah Perkawinan Ed. Jan 2013)

Dengan label: ,
Tersimpan di News