Rawat Kecantikan Secara Alami

 

Menekuni ilmu perawatan kecantikan alami membuat Salma Dian Priharjati juga memilih cara alami untuk merawat kecantikannya.  Seperti apa?

Rumah kecantikan Dian Kenanga yang berlokasi di Jalan Ampera Jakarta Selatan tentu sudah tidak asing lagi.  Maklum, rumah kecantikan yang menawarkan berbagai perawatan dengan teknik totok itu banyak menjadi jujugan para artis.  Pemiliknya tak lain adalah Salma Dian Priharjati (41).

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia kecantikan, ibu empat anak yang akrab disapa Dian itu tentu memperhatikan perawatan kecantikannya.  Tapi, bukan perawatan modern yang ia pilih, melainkan perawatan alami “Sekarang ini kan trennya kembali ke alam,” ucap Dian kepada Cantiq.
Untuk merawat kecantikan kulitnya, Dian biasa melulur tubuhnya menggunakan bahan-bahan alami setiap dua minggu sekali.  Menurut Dian, pemakaian lulur dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di kulit.  Sebab, sel-sel kulit mati tidak dapat diangkat dengan hanya menggunakan sabun.

Setiap hari kan kulit mengalami regenerasi. Sel-sel kulit mati yang menumpuk akan membuat kulit terlihat kusam.  Karena itu, sel-sel kulit mati harus diangkat menggunakan lulur agar kulit terlihat bersinar,” kata Dian.
Lulur juga membantu menutrisi kulit, sehingga bisa membuat kulit tetap sehat. Bahkan bisa mencegah terjadinya penuaan dini,” sambung istri Drs. Aria Abiasa Taufik itu.  Sedang untuk perawatan rambut, Dian biasa melakukan hair spa dan creambath menggunakan produk berbahan alami. “Saya memang pecinta terapi alam,” tandasnya.

TOTOK AURA

Perawatan lain yang juga tidak dilupakan Dian adalah menggunakan teknik penotokan. Maklum, sebagai pelopor totok aura di Indonesia, Dian tentu memahami betul manfaat terapi itu.  Tentu ia tidak menotok sendiri tubuh dan wajahnya.  Tapi, ia biasa dibantu oleh seorang terapis di Dian Kenanga Totok Aura miliknya, yang sudah menjalani pelatihan darinya.

Dengan tekanan di titik-titik tertentu, sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh akan lancar, sehingga hormon dalam tubuh bekerja dengan baik. Hasilnya, tubuh jadi lebih segar dan stres pun hilang,” ungkap Dian.
Tak hanya itu, menurut Dian, bila dilakukan pada wajah, penotokan berguna untuk melancarkan peredaran darah, sehingga mampu meringankan keriput, mengencangkan kulit wajah, dan meringankan keluhan susah tidur serta vertigo.

Perawatan menggunakan terapi totok aura itu dilakukannya sebulan sekali. Biasanya bertepatan dengan waktu evaluasi para terapisnya.

Saat menguji para terapis, biasanya saya dan suami yang jadi objek ujian mereka.  Dengan begitu, kami bisa tahu kekurangannya, dan bisa langsung memperbaikinya.  Sehingga, yang diterapkan pada klien adalah teknik yang benar,” ungkapnya.

 

TIDAK DIET KETAT

Tidak hanya perawatan kulit yang diperhatikan Dian, tapi ia juga memperhatikan kesehatan tubuhnya.  Salah satunya dengan menerapkan pola makan sehat.  Sebab pola makan yang salah akan memicu munculnya berbagai macam penyakit.  “Karena itulah saya sangat memerhatikan asupan nutrisi makanan dan minuman yang saya konsumsi sehari-hari. Tapi, bukan berarti saya menjalani diet ketat,” tandas Dian.

Dian bersyukur, ia tidak mengalami kesulitan menjaga berat badannya tetap stabil.  Menurutnya, selain karena menerapkan pola makan sehat, hal itu juga karena ia tidak pernah makan dalam porsi banyak.  “Kebiasaan itu sudah sejak lama saya terapkan,” ujar perempuan yang juga penyuka sayur dan buah itu.

Dian memang bukan orang yang hobi makan, tapi juga tidak menghindari makanan tertentu.  Sebab, menurut perempuan kelahiran Jakarta, 11 Mei 1971 itu, totok aura yang dijalaninya sudah bisa menciptakan sistem metabolisme tubuh yang baik, sehingga berat badannya tetap terjaga ideal.  Tak heran bila saat sakit pun Dian mengatasinya dengan Totok Aura.

Tapi, saya juga tetap berolahraga teratur dan istirahat cukup. Sebab, otot-otot dan saraf juga butuh dikendurkan agar peredaran darah tetap lancar dan pembakaran tubuh berlangsung dengan baik,” ujar perempuan yang biasa mengkonsumsi madu Arab setiap malam sebagai suplemen untuk tubuhnya itu.

Sempat Kecewa Totok Aura Dianggap Mistis

Di balik kesuksesannya membuka rumah kecantikan yang menawarkan terapi totok aura, Dian ternyata menyimpan kekecewaan dan kesedihan.
Bayangkan saja, dulu gagasan saya membuka rumah kecantikan yang menerapkan terapi totok aura dianggap mengada-ada.  Sebab, totok aura dianggap sesuatu yang mistis,” tandas Dian.
Akhirnya, berbekal ilmu totok (akupresur) dan akupunktur yang dipelajari dari sepupu ibunya yang berdarah Tionghoa, serta kemampuannya mengolah bio-energi Prana yang dilatihnya sejak muda dari berbagai lembaga seni pernapasan, Dian mulai merangkai gagasannya.

Ia berusaha mengkolaborasikan teknik totok dengan teknik bio-energi prana, hingga tercipta terapi totok aura.  “Saya memang sudah tertarik pada olah pernapasan sejak SMA,” ujar Dian yang pernah berlatih di Merpati Putih, Satria Nusantara, dan Kalimasada itu.

Ternyata kegemarannya pada latihan olah pernapasan sangat besar manfaatnya. Tidak hanya bagi kesehatannya, tapi juga kehidupannya sekarang ini.  Sebab, lewat teknik olah pernapasan, ia bisa mengembangkan bisnis rumah kecantikan yang menerapkan terapi totok aura.
Padahal, saya ini lulusan D-III sekretaris,” ucap Dian seraya tersenyum. “Tapi, kita memang tidak akan tahu 10 tahun kedepan kita akan jadi apa,” sambungnya.
Satu hal yang sangat diingatnya adalah perkataan ayahnya :

“Koe iku bedo karo tukang. Koe iku tukang ngopeni uwong.
(Kamu itu berbeda, karena kamu senang merawat orang lain). Hal itu diyakini Dian sebagai doa.

Yang jelas, sejak kecil saya hanya ingin menjadi sesuatu, dan memang ada kepuasan yang tidak bisa diukur dengan uang bila saya bisa merawat dan berbagi dengan orang lain,” ungkap Dian. – naomi

 

(sumber : CANTIQ Ed. 238 II MARET 2012 Hal. 15 dengan editing seperlunya)
Dengan label:
Tersimpan di News