Penolakan Membawa Berkah

Sejarah Berdirinya Dian Kenanga Totok Aura

Jangan berprasangka buruk dulu kepada Allah, jika niat mulia Anda yang digagas dari hasil pemikiran brilian untuk kemajuan tempat Anda mencari nafkah, memperoleh penolakan, bahkan cemoohan. Karena dibalik perlakuan negative tersebut, pasti tersimpan sebuah berkah yang disiapkan Allah, dan kemudian akan merubah jalan hidup Anda jauh lebih baik dari sebelumnya, yang tak pernah Anda bayangkan. Hal inilah yang dialami Salma Dian Priharjati, wanita yang di-juluki media sebagai Ratu Totok Aura dan merupakan PELOPOR therapy ini.

 
Berselimut kekecewaan dan kesedihan yang bukan kepalang, karena gagasannya dianggap mengada-ada, bahkan diolok-olok bak seorang pesakitan, lantaran ide Totok Aura yang coba diusungkan dianggap akan merugikan, karena berkonotasi mistis. Belum lagi apabila konsep dasarnya sungguh-sungguh diterapkan, bukan hanya sebatas pengetahuan titik-titik akupuntur (acupoint) saja, juga dimana semua terapis dilatih Bio-energi Prana-nya secara intensive di sebuah lembaga Seni Pernafasan, … secara finansial merupakan pemborosan.

Dian – begitu ia dipanggil – memilih mundur dari pekerjaannya dan tidak patah arang, namun justru meng-aktualisasikannya dengan kerja keras dan cerdas, untuk membuktikan bahwa idenya akan mampu bersaing dengan industri jasa sejenis, serta bertekad mewujudkan idenya dan meyakini bahwa gagasannya akan membawa kemaslahatan bagi pelanggan, sekaligus dirinya…
Berbekal ilmu Totok/Akupresur dan Akupuntur yang dipelajari secara tekun dari sepupu ibunya yang berdarah Tionghoa, serta kemampuan mengolah Bio-energi Prana yang dilatihnya sejak muda dari berbagai Lembaga Seni Pernapasan, Dian mulai merangkai pakem-pakem gagasannya, yang mengkolaborasikan Teknik Totok dengan Teknik Pengerahan Bio-Energi Prana, dan kelak dikenal dengan nama Therapy “Totok Aura”.

Dengan berlabelkan “DIAN KENANGA TOTOK AURA”, usaha Dian dirintis dari sebuat tempat kos dua kamar di Jl. Ampera Raya 25 dengan karyawan hanya 3 orang, dimana ia sendiri masih sering turun sendiri menangani tamu. Setelah itu, baru memperoleh tempat lebih layak, itupun hanya ½ ruko yang disewa secara sub-lease dari salah satu salon, yang kemudian di sulap menjadi 3 kamar dengan kapasitas 6 bed.
Selaras dengan berbagai manfaat yang dirasakan pelanggan, dalam waktu singkat eksistensi therapy ini mulai dikenal dan diminati. Seiring dengan itu usaha Dian pun kian berkembang menjadi 5 kamar 11 bed hanya dalam tahun ke dua. Kisah manfaat ini juga tidak luput dari pantauan media, yang akhirnya membuat DIAN KENANGA TOTOK AURA (DKTA) kemudian memperoleh liputan luas dari media cetak ke elektronik.

Hebatnya, hingar bingar ekspos media tersebut boleh dibilang tanpa biaya sama sekali, karena diakui oleh media bahwa konsep therapy ini memiliki penjelasan logis serta akuntabilitas ilmiah, dan tidak ada unsur pembohongan publik, sehingga merupakan topik menarik untuk dusuguhkan sebagai informasi kesehatan bagi masyarakat.
Sudah bisa diduga, setelah kian dikenal luas akibat liputan media yang berkesinambungan, DKTA makin berkembang cepat. Dalam tahun ketiga saja sudah menjadi 16 kamar atau 22 bed, dimana lokasinya telah menempati 2 buah ruko dengan jumlah karyawan lebih dari 90 orang. Bahkan pada tahun kelima, saat ini DKTA telah memiliki lahan sendiri yang akan segera dibuka pertengahan tahun ini, diikuti beberapa cabang lain, InsyaAllah…

(dok. PT. Dian Kenanga Mandalawangi)

Dengan label: , , , , , , , , ,
Tersimpan di News

Komentar

  1. admin berkata:

    Selamat pagi mbak. Mohon maaf untuk saat ini Dian Kenanga Totok Aura belum menerima franchisee. Terima kasih 🙂

  2. sy kepingin kerja atau bukak cabang utk dikab. Batang gimana caranya tpi pss sy sekarang masih mekah