Dian Priharjati – Tinggalkan Jabatan Manajer

Setelah sukses membuka gerai Dian Kenanga di Jalan Ampera Jakarta Selatan, Dian membuka usahanya di Pejaten, Depok dan Bintaro (segera dibuka). Meski awalnya cukup tertatih-tatih dalam mengembangkan bisnis kebugaran tubuh, kini sudah bisa menghidupi sekitar 200 karyawan.
Itulah kiprah Salma Dian Priharjati dan Aria Abiasa, pengusaha di dunia kecantikan ‘Dian Kenanga’.

Sebelum menjadi pengusaha, Dian bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan jasa kecantikan di Bandung. Selanjutnya, pada 2002, ia diangkat menjadi Direktur Operasional pada salah satu anak cabang perusahaan.
“Untuk memajukan perusahaan, saya memberi ide supaya mengembangkan jasa totok aura, tapi niat baik saya justru ditolak. Katanya itu sama saja dengan praktik klenik dan butuh biaya besar untuk mempelajarinya,” kata Dian kepada The 1st Times.

Lantaran itulah, Dian ambil sikap menanggalkan jabatan manajer dan memutuskan membuka usaha sendiri. Baginya, totok aura merupakan sebuah terapi yang memadukan dua jenis terapi, yaitu terapi totok atau acupressure (pijat dan tekan pada simpul syaraf yang bermasalah) dengan terapi bio-energi prana (tenaga dalam atau hawa mruni uang dilatih intensif hingga level pengobatan).
“Totok aura bukanlah metode mistis, namun sebuah teknik terapi yang logis dan bisa dipelajari.
Perpaduan hawa murni dengan metode totok tersebut berperan sebagai pendeteksi untuk mengetahui titik saraf organ tubuh yang mengalami gangguan,” terang wanita berkulit putih ini.

Ternyata keputusan memilih mundur membuahkan hasil.
Awalnya, ia memulai usaha di sebuah kos di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan (sebelah pengadilan negeri jakarta selatan). Dari hasil di buka usaha Totok Aura di Jalan Ampera dari tahun 2001-2004, Dian bisa menabung hingga membuka cabang di Pejaten, Depok dan rencana di Bekasi dan Bandung.

Dian Priharjati – Leaves the Position of Manager

AFTER successfully opening the Dian Kenanga store in Jalan Ampera, South Jakarta, Dian has opened her business in Pejaten, Depok and Bintaro (soon). Although she was quite struggling at the beginning of developing the business of body fit, she can now support about 200 employees.

Those are the activities of Salma DIan Priharjati and Aria Abiasa, entrepreneurs in the world-of-beauty of ‘Dian Kenanga’.
Before becoming entrepreneurs, Dian worked as a mangaer in one of the cosmetic firm in Bandung.
Later on, she was promoted as the Operational Director in one of the firm’s branches in 2002.

“To improve the firm, I proposed the idea to develop an aura acupressure business; but my good intention was rejected. According to them, it is the same thing as practicing mystical activities and it needs a large capital to research it,” Dian told The 1st Times.

Due to that issue, Dian left the managerial position and decided to open her own business.
For her, the aura acupressure is a therapy that combines two therapies: acupressure (massaging and pressing on problematic nerves) therapy and the Prana (inner strength or pure atmoshphere trained intensively to the level of treatment) bio energy therapy. “aura acupressure is not mystical method, but it is technique that is logical and can be studied. The combination of pure atmosphere and a acupressure method can detect in finding out the nerve points of the body’s organ that is problematic,” the woman of fair skin said.

The decision of resigning has apparently given positive results.
Initially, she started out in a boarding house at Jalan Ampera Raya, South Jakarta (beside the South Jakarta District Court). Based on the revenue after opening the Aura acupressure business in Jalan Ampera in 2001-2004, Dian saved up enough money to open branches in Pejaten, Depok; and she’s planning to open up branches in Bekasi and Bandung.

 

(sumber : The 1st Times dengan editing seperlunya)
Tersimpan di News