Dian Priharjati Membekali Anak dengan 4 Kecerdasan

Salma Dian Priharjati (41) dikenal sebagai praktisi dan pendiri Dian Kenanga Salon, sebuah layanan totok aura terkenal di Jakarta.


Menikah dengan Aria Abiasa Taufik, Dian dikaruniai empat anak: Diego Batara Mahameru, Seruni Morena Rinjani, Seruni Moreni Rinjani, dan Tiffany Kenanga Mandalawangi. Keempat anak Dian sudah beranjak dewasa. Batara kuliah semester 7 Jurusan Broadcast FIKOM Universitas Al Azhar, Jakarta. Si kembar Morena dan Moreni duduk di bangku kelas 3 SMA Rimba Bogor. Sedang si bungsu Tiffy, sapaan akrab Tiffany, duduk di bangku kelas 7 SMP Cakra Buana, Depok. Menyadari anak-anak peniru ulung, Dian berupaya menjadi figur teladan utama dan pertama anak.

Dalam mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak, Dian memberi contoh langsung. Seperti membaca doa sebelum makan, sebelum tidur, bersikap lembut pada orang tua, menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, mau memberi maaf, dan berbagai kebaikan lain. Dengan begitu, Dian yakin memberi teladan yang akan diingat anak, sehingga menjadi bekal dan mewariskan kebaikan dan kebiasaan berbuat baik kepada generasi berikutnya.

“Saya enggak memiliki aturan atau kiat yang baku dalam mendidik anak. Tapi sebagai orang tua, saya memberi teladan buat anak. Dengan Tiffy misalnya. Saya tidak memarahinya saat (masih kecil) dia coret-coret tembok di tembok kamar tidurnya. Saya bebaskan dia gambar apa pun, tapi ada pakem-pakem yang harus dia turuti. Seperti di luar kamar tidur enggak boleh coret-coret,” ungkap Dian di Dian Kenanga Salon di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Dian menyadari, perbuatan dan tingkah laku jauh lebih mudah diingat anak dibandingkan kata-kata. “Dulu saya punya karyawan yang usianya lebih tua dari saya. Setiap kali datang, saya selalu cium tangannya. Tiffy melihat itu. Dia tanya, kenapa saya cium tangan karyawan saya? Saya kasih tahu dia. Saya yakin setelah dia beranjak besar, dia akan menerapkan itu semua,” imbuh Dian.

Terhadap anak-anak, wanita yang menguasai ilmu akupunktur dan olah energi ini menginginkan mereka bukan hanya cerdas secara intelektual. “Saya juga ingin anak-anak cerdas secara emosional dan sosial,” kata Dian. Kecerdasan intelektual tanpa kecerdasan emosional dan sosial akan membuat anak rentan menghadapi hidup dan karier. Anak selain tidak bisa bersosialisasi, juga kurang bisa mengendalikan emosinya bila menghadapi masalah.

“Dari semua itu, sesungguhnya saya menginginkan anak-anak jadi orang baik. That’s enough. Kalau jadi orang baik, berarti baik kepada Allah, baik kepada sesama, baik kepada tumbuhan, baik kepada barang buatan manusia, dan baik kepada apa pun juga. Saya pikir kalau anak punya kecerdasan sosial, dia bisa bermanfaat buat banyak orang di sekelilingnya,” beri tahu Dian. Kecerdasan yang lebih tinggi lagi di atas tiga kecerdasan itu adalah kecerdasan spiritual. “Saya yakin kalau mereka sudah memiliki tiga kecerdasan itu, mereka pasti akan memiliki kecerdasan spiritual,” ungkapnya.

 

(sumber : Tabloid Bintang)

Tersimpan di News