TOTOK AURA PALSU TAK SEMERDU “ALAMAT PALSU”

“Kemana, kemana, kemana, ku harus mencari kemana. Kekasih tercinta tak tahu rimbanya. Lama tak datang ke rumah… Dimana, dimana, dimana, tinggalnya sekarang dimana”.
Beberapa bulan yang lalu, penggalan lirik lagu di depan sudah tentu sangat akrab ditelinga masyarakat Indonesia.

Seiring dengan demam “Alamat Palsu”, para pegiat plagiat pun, rajin memoles sana sini tembang populer tersebut, agar memperoleh keuntungan dari booming nya lagu Ayu Ting Ting tersebut, dari mulai merilis nya dengan lain bahasa, sampai eksploitasi nama artis bersangkutan, dalam berbagai event.
Fenomena tiru meniru dan tipu menipu seperti ini sebenarnya bukan barang baru di belantika bisnis Indonesia, dari mulai memplesetkan brand sampai dengan memalsukannya, bahkan produk sekelas “Hermes”, “Gucci”, “YSL”, serta produk-produk ternama dunia,  tidak luput dari keusilan para petualang plagiat, yang mampunya hanya meraup untung dari kreator-kreator ulung.

Therapy Totok Aura besutan S. Dian Prihajati – pemilik Dian Kenanga Totok Aura (DKTA)- pun mengalami nasib yang sama, mulai dari penggunaan Totok Aura sebagai salah satu produk jasa plagiator, hingga penggunaan brand image Dian Kenanga.  Bahkan yang lebih menggelikan ada beberapa pihak mengklaim sebagai pioneer nya, serta menggunakan tulisan feature DKTA dalam mempromosikan produk jasa tiruannya di berbagai media promosinya.

Menanggapi demam Totok Aura yang di usung para plagiator, sejauh ini DKTA tidak terlalu berlebihan dalam bersikap, sejauh tidak menggunakan Corporate/Brand Image DKTA. Bagi DKTA pembiaran penggunaan istilah Totok Aura oleh DKTA, dianggap sebagai upaya berbagi dengan sesama pencari nafkah, meski secara Legal DKTA telah memiliki paten nya.
Sikap ini mungkin berbeda jika sudah terkait penggunaan image atau pengakuan afiliasi dengan DKTA, mengingat jasa ini menyangkut kesehatan penerima therapy, sekali saja para plagiator terasosiasi dengan DKTA, maka apabila terjadi sesuatu yang kurang nyaman, nama DKTA akan ikut ter diskreditasi kan.

Untuk itu, melalui berbagai jalur media, DKTA senantiasa menekankan bahwa selain gerai-gerai yang tersebut di website resmi DKTA (www.diankenanga.com), adalah DK Totok Aura palsu, dan DKTA tidak pernah pecah kongsi,  membuka franchise atau bermitra dengan siapapun.  Sehingga ketidak nyamanan apapun yang di alami para pengguna jasa plagiator Totok Aura, sudah tentu di luar tanggung jawab DKTA. Oleh karena itu, kami himbau untuk teliti sebelum therapy, jangan sampai keinginan Anda ingin tampil Sehat dan Memikat, berakhir sama dengan apa yang dilantunkan Ayu Ting Ting, ”Ternyata yang ku terima Alamat Palsu”.

Tersimpan di News